ghostwhite-boar-297936.hostingersite.com – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana strategisnya untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran dan membangun infrastruktur yang mendukung kemajuan provinsi.
Berbicara mengenai efisiensi anggaran, Dedi mengatakan, bukan berarti mengurangi anggaran secara keseluruhan, melainkan mengurangi atau menghapus belanja-belanja yang dianggap tidak penting.
“Bicara efisiensi, yang dimaksud efisiensi itu bukan anggarannya yang dikecilkan, tetapi belanja-belanja yang dianggap tidak penting dikurangi bahkan dihapus,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Senin (17/2/2025).
Dedi menjelaskan beberapa pos anggaran yang akan dipangkas, seperti perjalanan dinas yang dianggap tidak penting, pengeluaran untuk pakaian dinas, serta kegiatan seminar dan sosialisasi yang hanya bertujuan untuk menyerap anggaran.
“Kegiatan-kegiatan lain yang bersifat konsumtif yang tidak melahirkan investasi masa depan Provinsi Jawa Barat juga akan dihapus,” tambahnya.
Dedi mengungkapkan bahwa pengurangan dan penghapusan belanja yang tidak produktif tersebut telah mencapai sekitar Rp 5 triliun, dengan harapan angka tersebut bisa meningkat menjadi Rp 5,5 triliun atau bahkan Rp 6 triliun.
Uang hasil pengurangan belanja tidak penting ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Jabar. Dedi menyatakan bahwa fokus utama adalah memperbaiki dan memperlebar jalan provinsi, menyelesaikan jembatan yang berpotensi ambruk, serta membangun jembatan gantung di seluruh wilayah Jabar.
“Hal ini bertujuan untuk memastikan anak-anak sekolah tidak lagi mengalami kesulitan, seperti harus berenang untuk menuju sekolah,” ujarnya.
Selain itu, Dedi juga menyatakan pentingnya membangun sarana irigasi untuk menunjang ketahanan pangan di provinsi tersebut.
“Tujuan utama kami adalah mengubah pola budaya masyarakat Jawa Barat dari masyarakat yang konsumtif menjadi lebih produktif,” ungkapnya.
Selain itu, mantan Bupati Puwakarta dua periode itu pun ingin merubah pola birokrasi yang ada di Pemprov Jabar.
“Ini juga termasuk merubah pola perilaku birokrasi, dari birokrasi yang hanya menyerap anggaran menjadi birokrasi yang berinvestasi pada sumber daya manusia,” tandasnya.
Sebagai informasi, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan akan dilantik pada 20 Februari 2025 mendatang.
Baca Berita ghostwhite-boar-297936.hostingersite.com lainnya di Google News











